FESTIVAL PADANG MELANG III - TAHUN 2018

FESTIVAL PADANG MELANG III - TAHUN 2018

  • Monday, 02 July 2018

FESTIVAL PADANG MELANG III - TAHUN 2018

Kabupaten Kepulauan Anambas kembali akan menggelar hajatan tahunan di bidang Kepariwisataan dan Kebudayaan, yaitu Festival Padang Melang (FPM) 2018, dimana tahun ini merupakan tahun ketiga penyelenggaraan setelah dimulai sebelumnya pada tahun 2014 dan 2017, dimana pada tahun lalu dicapai rekor MURI dan rekor Dunia untuk pelepasan Tukik terbanyak (4.109 ekor anak Penyu). Kegiatan yang masuk dalam Calender of Event 2018 Provinsi Kepulauan Riau ini akan berlangsung di tempat yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya yakni sepanjang 7 km pantai Padang Melang, Kecamatan Jemaja, yang merupakan salah satu dari Destinasi Pariwisata Unggulan Daerah (DPUD) Kabupaten Kepulauan Anambas

Pada era sekitar tahun 1300-an, pantai ini pertama kali diketemukan oleh para Lanon (bajak laut) dengan kapalnya yang bernama Jumaya dan berbendera dua pedang yang bersilang, sehingga kemudian daerah tersebut diberi nama Pulau Pedang Bersilang. Tempat yang sangat strategis untuk persinggahan para pedagang kala itu, mempunyai daya tarik alam yang sangat indah dengan pasir putih pantainya yang panjang melingkar (Padang yang artinya hamparan luas) dan daratan pasir yang ditumbuhi karimutu (Melang yang artinya berundak/berbelang), dimana kemudian pada tahun 1818 ditemukan keramik dan harta perhiasan, bukti peninggalan milik Nakhoda Ragam.

Dengan berlatar dari pesona keelokan pantainya dan mengangkat tradisi budaya masyarakat di pesisir pantai Padang Melang maka Festival yang bertajuk “Helat Budaya Melayu Pesisir” akan digelar selama 3 hari, pada tanggal 26 – 28 Juli 2018, sebuah event kolaborasi berbagai tradisi upacara, atraksi budaya dan permainan rakyat dengan aktivitas pantai kekinian, pertunjukan musik dan arsitektur spot selfie serta tak lupa sajian berbagai kulinari tradisional, sehingga pengunjung dimanjakan dengan pengalaman yang kental akan khazanah budaya namun tidak meninggalkan sensasi masa kini.

Rangkaian FPM 2018 memberikan beberapa suguhan baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana tahun ini penyelenggaraannya melibatkan 3 POKDARWIS dari Desa Wisata Batu Berapit, Desa Wisata Mampok Elok dan Desa Wisata Landak, yang nantinya akan diselenggarakan pula Festival Mini di desa-desa wisata tersebut pada waktu yang bersamaan sehingga wisatawan dapat menikmati pengalaman touring ke desa wisata dan menjelajah obyek-obyek wisata alam seperti air terjun Neraja, mangrove Genting Pulur, pantai Kusik, pulau Ayam, pulau Duwate maupun wisata sejarah pulau Kuku (bekas camp pengungsian Vietnam).

Acara yang dibuka pada sore hari ini akan dimulai dengan permainan gendang TA, silat kampong dan sajian makan bedulang serta welcome drink aek buoh kepayang, salah satu herbal yang terdapat di pulau Jemaja dan berkhasiat tinggi untuk kesehatan. Sembari menikmati suasana senja di bibir pantai, para pengunjung akan disuguhkan sebuah pagelaran tari yang mengangkat tradisi Berume yaitu aktivitas membuka lahan untuk bercocok tanam secara bergotongroyong serta pada malam harinya akan digelar Coast Malay Culture Night, yaitu pertunjukan seni budaya khas melayu pesisir, diantaranya pertunjukan Topeng Gubang, Tambur Percussion, beragam tarian dan lantunan lagu melayu Anambas, berbalas pantun kanak yang kemudian ditutup dengan Festival Pompong Hias dengan berbagai lampu warna-warni yang menghiasi gelapnya lautan pantai Padang Melang.

Hari kedua akan diisi dengan berbagai permainan rakyat seperti pangkak gasing, galah panjang dan lempar canang, dimana para wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan mencoba permainan tersebut. Sementara sore harinya akan digelar Festival Tari Zapin serta pada malam harinya akan digelar Song on The Sea yaitu pertunjukan musik berlatar panggung di atas air dengan sajian utama artis ternama, hal ini tentu saja akan menambah romantisme dengan adanya Festival Lampion Apung dan Lampion Terbang yang menghiasi langit sepanjang pantai Padang Melang.

Sementara pada hari ketiga, pengunjung akan diajak untuk bermain air laut, melalui lomba selam gong-gong dan pacu jongkong, sedangkan bagi pengunjung yang tetap ingin berdiam di pantai dapat mengikuti Festival Layang-layang. Hal baru lainnya adalah pada tahun ini akan dilaksanakannya upacara Tolak Bala yaitu bentuk upacara untuk menghalau segala mala petaka dengan tradisi utamanya memakan nasi Bertih dan melanjutkannya dengan tradisi Ngingkep Nyela yaitu menangkap ikan secara bersama-sama dengan cara menebarkan jala yang diarahkan ke pantai dengan harapan ikan-ikan akan naik terdampar ke pantai. Tentu saja hasil tangkapan ini akan dinikmati bersama-sama pula oleh semua pengunjung dalam gelaran pesta bakar ikan yang oleh warga setempat disebut Gowoi Boko Ekan. Kemudian Festival akan ditutup dengan menyaksikan pertunjukan drama Mendu semalam suntuk

Persiapan FPM 2018 yang dimulai dengan Press Conference pada tanggal 3 Mei 2018 di Batam ini tentu tidak terlepas dari bantuan banyak pihak, mulai dari promosi yang dilakukan oleh berbagai asosiasi pelaku pariwisata, publikasi media cetak dan komunitas, rekanan dan sponsorship serta Dinas Pariwisata Provinsi KEPRI dan Kementerian Pariwisata RI, sehingga melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata di Provinsi KEPRI pada umumnya dan menjadikan pintu gerbang investasi pariwisata di Kabupaten Kepulauan Anambas pada khususnya, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional

Untuk informasi selengkapnya, terkait acara, paket wisata, transpostasi dan akomodasi, dapat mengunjungi website
padangmelang.anambas.or.id
ataupun follow instagram @GenpiAnambas .
Pastikan anda mengagendakan dari sekarang liburan ke FPM 2018 dan menjadi bagian dari berbagai rangkaian menarik selama FPM 2018 berlangsung, mengukir kenangan bersama keluarga dan orang tersayang di surga tersembunyi pesisir barat Indonesia

Copyright © 2014. | Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Anambas. | All right reserved.